Alat Tulang Pra Sejarah
Ledakan kreativitas manusia prasejarah di masa berburu dan meramu tentunya bukan hanya diukur dari temuan lukisan di dalam gua saja, tapi juga dilihat dari kemampuan membuat alat dari bahan-bahan yang sederhana – salah satunya adalah tulang dan tanduk fauna hasil buruan. Entah dilakukan secara spotan ataupun terencana, kehadiran alat tulang prasejarah dipercaya mampu menjadi alternatif untuk melakukan pekerjaan yang pada saat itu tidak dapat dikerjakan oleh perkakas lain seperti batu, misalnya seperti membuat lubang pada kulit hewan, mencungkil sumsum didalam tulang, menggali tanah, hingga perhiasan di badan.
Selain multifungsi, sifat tulang yang lebih lentur daripada batuan dan juga lebih tahan lama dibandingkan kayu, mungkin menjadi alasan kenapa manusia prasejarah begitu gemar menggunakan alat ini. Salah satu situs yang cukup terkenal dengan temuan alat tulang terdapat di Gunung Lawa, Ponorogo, Jawa Timur. Sangking banyaknya artefak-artefak tulang yang ditemukan, para ahli kemudian melabelinya dengan istilah Industri Tulang Sampung!!
| Bahan : Tulang | ||
| Jenis : Pra Sejarah | ||
| Nomor Inventaris : 1601a | ||
| Lembaga : Museum Nasional Indonesia | ||
Topik keterkaitan
Beberapa topik yang terkait dengan data tersebut