Pesihungan
Pesihungan ini berbentuk menyerupai rusa atau kijang dengan bentuk tanduk dan ekor yang digayakan. Pesihungan digunakan sebagai wadah ramuan untuk menghitamkan gigi. Ramuan tersebut terbuat dari arang kayu kemuning dan campuran bahan lain. Pesihungan sendiri berasal dari kata “sihung” yang berarti gigi. Masyarakat lampung sendiri terdiri dari dua subsuku bangsa yang dibagi berdasarkan ikatan kekerabatan yang genelogis territorial. Yaitu Orang Lampung Pepadun dan Lampung Peminggir (Saibatin). Kedua kelompok masyarakat ini konon memiliki tradisi mengasah dan menghitamkan gigi. Tradisi mengasah dan menghitamkan gigi merupakan bagian dari upacara daur hidup pada masyarakat Lampung. Tradisi ini diperuntukkan bagi anak remaja laki-laki dan perempuan sebagai pertanda bahwa mereka sudah akil balik, siap untuk menikah dan menjadi anggota perkumpulan remaja putra dan putri (maranai dan mali) yang bertanggung jawab untuk musik upacara dan pertunjukkan tari pada acara pesta adat.
Masyarakat lampung pada beberapa generasi belakangan sudah tidak lagi melakukan tradisi menghitamkan gigi, namun tradisi mengasah gigi atau “busepi” bagi anak perempuan menjelang dewasa terkadang masih dilakukan meski sudah jarang sekali.
| Bahan : Logam | ||
| Jenis : Etnografi | ||
| Nomor Inventaris : 22407 | ||
| Lembaga : Museum Nasional Indonesia | ||
Topik keterkaitan
Beberapa topik yang terkait dengan data tersebut