Guci Keramik

Anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan benda yang satu ini. Keramik, atau dalam Bahasa Yunaninya “keramikos” – memiliki peran yang amat penting dalam setiap lini kehidupan manusia. Sudah sejak masa prasejarah hingga kini, keramik kerap digunakan dalam segala urusan, mulai dari wadah di dapur, hiasan di ruang tamu, sampai pelengkap upacara pada bangunan keagamaan. Sangking berharganya benda ini dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Yunani sampai-sampai memiliki dewa pelindung pembuat keramik yang bernama “Keramos”.

Keberadaan keramik di Nusantara tentunya tidak dapat terlepas dari perdagangan internasional. Keramik-keramik dari India, Cina, Vietnam, Thailand, Jepang, Timur Tengah, hingga Eropa ditukarkan dengan rempah-rempah. Dari hasil sebaran pecahan-pecahan keramik yang ditemukan, para ahli cenderung beranggapan bahwa keramik yang paling digemari oleh Masyarakat Indonesia adalah yang berasal dari Tiongkok, yaitu yang berbahan dasar porselin.

Untuk mendapatkan glasir kaca halus nan mengkilap pada keramik porselin, dibutuhkan proses pembakaran yang rumit dengan suhu minimal 1300 derajat. Mulai dari Piring hingga sendok, Periuk sampai kendi, dan tempayan serta celengan, benda-benda ini diproduksi secara masal. Hanya saja, kini posisinya mulai tergantikan dengan adanya produk plastik – yang meskipun tahan lama dan anti pecah, tapi berdampak buruk bagi lingkungan dan penghuninya.

Topik : Guci
Jenis : Keramik
Nomor Inventaris : 351
Lembaga : Museum Nasional Indonesia
Provinsi : D.K.I Jakarta
Topik keterkaitan

Beberapa topik yang terkait dengan data tersebut


Zodiak Bekker

Bejana

Amphora

Paidon