Amoghapasa

Prasasti Amoghapasa diukir pada alas arca Amoghapasa. Alas ditemukan di Padang Roco, Sumatra Barat, sedangkan arca ditemukan di Rambahan, Jambi. Prasasti itu menyatakan bahwa pada tahun 1286, sebuah arca Amoghapasa dengan 14 pengawalnya (saptaratna) dibawa dari Bhumi Jawa (Jawa) ke Svarnabhumi (Sumatera) untuk ditempatkan di Dharmasraya. Empat pejabat dari Kerajaan Singasari : Rakryan Mahamantri Dyah Adyawabrahma, Rkryan Sirikan Dyah Sugatabrahma, Samgat Payanan Han Dipangkaradasa dan Rakryan Dmun Pu Wira diperintahkan oleh Raja Kertanegara untuk mengawal arca-arca tersebut. Arca-arca ini diangkut melalui tarat, sungai dan laut dalam perjalanannya menuju Sumatera.

Sementara itu, prasasti Amoghapasa berisi tentang Kubilai Khan yang mengirim serangkaian utusan ke Singhasari pada 1280, 1281 dan pada 1286, serta menuntut agar Raja Kertanegara mengakui kekuasaan Kubilai Khan. Namun semua utusan itu ditolak dan pada tahun 1286, sebagai pengakuan atas dukungan Malayu yang menentang orang-orang Mongol, Kertanegara memerintahkan empat pejabat untuk melakukan arca penting Amoghapasa Lokeswara darBhumi Jawa ke Svarnabhumi dan ditempatkan di Dharmasraya. Arca itu diberikan sebagai hadiah kepada orang-orang di sana, terutama kepada Raja Melayu, Srimat Tribhuwanaraja Mauliwarmadewa.
Arca itu akan dikirimkan dengan diiringi upacara besar dengan kapal. Selain sebagai lambang persahabatan, arca Amoghapasa juga merupakan hadiah diplomatik untuk memperkuat persekutuan dengan Melayu yang berada di wilayah perbatasan guna menghalangi ancaman bangsa Mongol terhadap Singhasari.

Pembuat : Kerajaan Singhasari
Tahun Pembuatan : Abad 14 Masehi
Bahasa : Sanskerta
Bahan : Batu
Jenis : Arkeologi
Nomor Inventaris : 6469 (D198)
Lembaga : Museum Nasional Indonesia
Topik keterkaitan

Beberapa topik yang terkait dengan data tersebut


Prasasti Siwagrha

Prasasti Sapu Angin

Prasasti Porlak Dolok

Prasasti Lobu Tua