Fosil Rahang Atas Gajah
Rahang atas gajah ini atau nama latinnya Elephas namadicus, berusia antara tujuh ratus hingga seratus ribu tahun yang lalu. Fosil seperti ini banyak ditemukan di Sangiran, Jawa Tengah bersama hewan-hewan besar lainnya seperti kuda nil, banteng, dan kerbau. Pada masa itu, Sangiran sebagaimana hampir seluruh Pulau Jawa adalah lanskap hutan nan lebat dan hutan terbuka yang subur. Terdapat juga padang-padang rumput yang luas dengan genangan dan kolam berlumpur di mana gajah, kuda nil, kerbau, dan banteng-banteng mencari kesejukan di siang hari yang terik.
Kehadiran gajah-gajah purba di nusantara diperkirakan beriringan dengan migrasi manusia-manusia purba hampir dua juta tahun yang lalu. Sebagian diantaranya punah. Sementara yang lain terus bertahan. Di Indonesia gajah-gajah modern terakhir bertahan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Status mereka kini terancam punah seiring dengan menyusutnya hutan yang menjadi habitat mereka. Jika tak dijaga, kemungkinan besar, gajah-gajah modern ini akan menyusul jejak langkah gajah purba nenek moyang mereka: punah dan hanya tinggal fosil belaka.
| Pembuat : Tidak Diketahui | ||
| Bahan : Fosil | ||
| Jenis : Pra Sejarah | ||
| Nomor Inventaris : 355 | ||
| Lembaga : Museum Nasional Indonesia | ||
Topik keterkaitan
Beberapa topik yang terkait dengan data tersebut