Kjokenmodinger
Kyokkenmodinger atau sampah dapur adalah bukit atau tumpukan sisa makanan berupa cangkang kerang yang terakumulasi dalam jangka waktu yang lama. Di nusantara tumpukan ini ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatera dan Aceh Timur dengan ketinggian hingga tujuh meter. Koleksi ini hanyalah bongkahan dari bukit sampah makanan tersebut. Pada zaman Mesolitik, masyarakat prasejarah bertempat tinggal di wilayah yang dekat dengan sumber air seperti sungai atau daerah pesisir. Daerah-daerah ini menyediakan sumber makanan seperti ikan-ikanan juga kerang yang dapat dengan mudah diambil dan dimakan. Sisa-sisa cangkangnya dikumpulkan di satu tempat hingga menjadi bukit. Manakala wilayah pesisir tak lagi bisa menyediakan makanan yang cukup, para manusia prasejarah ini masuk hingga pedalaman dan membawa kerang-kerang persediaan, sehingga ditemukan juga tumpukan kulit kerang di wilayah pedalaman.
Kegemaran mengkonsumsi kerang bertahan hingga sekarang. Bahkan di beberapa tempat beberapa jenis kerang menjadi menu makanan yang mahal. Istilah Kjökkenmoddinger alias sampah dapur ini berasal dari bahasa Denmark.
| Bahan : Fosil | ||
| Jenis : Pra Sejarah | ||
| Nomor Inventaris : 355 | ||
| Lembaga : Museum Nasional Indonesia | ||
Topik keterkaitan
Beberapa topik yang terkait dengan data tersebut