Topi Perang

Katapu merupakan wujud kecakapan etnis Dayak dalam memadukan kekuatan bumi dan langit sebagai alat perlindungan diri. Rotan yang diperoleh dari bumi Kalimantan sebagai bahan dasar katapu diolah sedemikian rupa, dijalin kuat sehingga anyamannya mampu melindungi kepala dari anak panah dan tebasan mandau lawan. Katapu yang didekorasi tengkorak burung enggang menjadi simbol perlindungan dari para roh yang bersemayam di langit. Dalam kepercayaan orang Dayak, Burung Enggang adalah perwujudan roh pelindung. Pendapat lain menyatakan bahwa Enggang adalah perwujudan panglima burung, sosok gaib yang hadir saat perang.

Ketika kekuatan bumi dan langit menjadi satu, maka akan lahir kepercayaan diri dalam bertempur. Pengguanaan dekorasi berupa tengkorak burung Enggang, bulu burung, anyaman manik-manik dan kaca menandakan bahwa katapu ini Hanya dikenakan oleh kalangan terhormat dalam suku Dayak seperti kepala suku atau panglima perang. Pada masa itu manik-manik dan kaca merupakan barang mewah yang dapat menjadi penanda status sosial seseorang.

Bahan : Campuran
Jenis : Etnografi
Nomor Inventaris : 7544
Lembaga : Museum Nasional Indonesia
Topik keterkaitan

Beberapa topik yang terkait dengan data tersebut


Baju Kulit Kayu

Sasando

Barong Landung

Barong Ket