Barong Ket

Pertunjukan Barong Ket tidak hanya dilakukan di Pura, namun kini dapat dinikmati para wisatawan di beberapa tempat pertunjukan seperti sanur dan Batu Bulan di Gianyar. Barong dianggap sebagai raja dari roh-roh kebaikan yang ditampilkan sebagai sosok menyerupai singa bertaring panjang dan berbulu lebat.

Secara etimologi kata barong berasal dari bahasa Sansekerta yaitu bharwang yang di dalam bahasa Indonesia berarti beruang. Istilah beruang untuk mengidentifikasi wujud barong merupakan makhluk mitologi yang sering kita jumpai dalam cerita tantri dan calon arang. Di dalam bahasa Indonesia huruf u dan a berasimilasi menjadi o sehingga ru dan ang menjadi rong yang berarti dua. Rong mengandung makna ruang, jadi dua rong yang dimaksud adalah dua ruang. Pengertian ini bisa diterima karena pada umumnya barong mempunyai dua ruang sebagai tempat penarinya, kecuali jenis barong blas-blasan dan barong landung. Bahkan barong sering diplesetkan menjadi bareng-bareng yang di dalam bahasa Indonesia berarti bersama-sama. Asumsi seperti ini didasarkan pada kenyataan bahwa barong yang berwujud manusia, raksasa maupun binatang dalam penampilannya tidak dapat dipisahkan dari partisipasi pendukungnya yang terdiri dari banyak orang, baik itu barong sakral maupun yang profan.

Bahan : Campuran
Jenis : Etnografi
Nomor Inventaris : -
Lembaga : Museum Nasional Indonesia
Topik keterkaitan

Beberapa topik yang terkait dengan data tersebut


Baju Kulit Kayu

Sasando

Barong Landung

Topi Perang