Gaja Kecape
Gaja Kecape merupakan sebutan untuk penggambaran gajah yang berada di bawah kaki seekor burung garuda yang sedang dikelilingi naga dan kura-kura. Ukiran Gaja Kecape ini kemungkinan menggambarkan perebutan air suci (tirta). Hal ini dikarenakan pada tangan kanan sang garuda menggenggam wadah air suci (tirta).
Diambil dari cerita Garudeya, yang menggambarkan Garuda sedang menggantikan ibunya (Winata) yang menjadi budak Kadru untuk mengasuh anak Kadru berupa seribu ekor ular, sedangkan gajah dan kura-kura merupakan penjelmaan dari dua orang putera raja yang sedang bertikai, yaitu Sang Nibhavastu dan Sang Supratika. Gajah dan kura-kura merupakan makanan yang hanya diperbolehkan untuk dimakan oleh Garuda. Garuda kemudian merebut air suci (amerta) dari para dewa di kahyangan untuk membebaskan ibunya dari kutukan sebagai budak Kadru. Pada akhirnya Garuda kemudian bersedia menjadi wahana Dewa Wisnu asalkan para dewa bersedia meminjamkan air suci (amerta) kepada Garuda.
| Bahan : Kayu | ||
| Jenis : Etnografi | ||
| Nomor Inventaris : - | ||
| Lembaga : Museum Nasional Indonesia | ||
Topik keterkaitan
Beberapa topik yang terkait dengan data tersebut