Perahu Bercadik

Nenek moyangku seorang pelaut!! Ungkapan ini tentunya begitu sering terdengar oleh seluruh mayarakat Indonesia. Sebagai negeri kepulauan dengan lingkungan yang didominasi oleh perairan, pengetahuan dan kebudayaan maritim memiliki peran yang amat penting. Adalah Masyarakat Penutur Austronesia yang pertama kali menaklukan lautan Nusantara, dengan pengetahuan navigasi dan keahlian tentang kayu yang mumpuni, mereka melakukan migrasi antara pulau dengan wahana sederhana yang saat ini kita kenal sebagai Perahu Bercadik.

Perahu cadik mungkin bisa dianggap sebagai salah satu bentuk kesuksesan Masyarakat Penutur Austronesia dalam beradaptasi di Nusantara. Pada mulanya jenis perahu yang paling awal adalah perahu sampan, perahu jenis ini cuma bisa mengarungi sungai dan tepi pantai. Untuk dapat mengarungi laut lepas dan bertahan dari deburan ombak, akhirnya lahirlah inovasi untuk membuat cadik – yaitu sebuah benda berupa batang kayu melengkung di sayap kiri dan kanan perahu sebagai pengatur keseimbangan agar perahu tidak mudah terbalik. Perahu bercadik juga dilengkapi layar untuk menambah kecepatan perahu dengan memanfaatkan dan mengendalikan angin laut. Karena teknologi cadik, mobilitas antar pulau jadi semakin mudah dan perahu jadi mampu menahan beban lebih.

Pembuat : Tidak Diketahui
Bahan : Kayu
Jenis : Etnografi
Nomor Inventaris : 6678
Lembaga : Museum Nasional Indonesia
Topik keterkaitan

Beberapa topik yang terkait dengan data tersebut


Topeng Panji Kelono

Timbangan Sultan Banjar

Tandu Jempana

Stempel Kesultanan Palembang